Sabtu, 02 Februari 2008

SI IMUT TARSIUS

Tangkoko: Tarsius merupakan jenis primata paling kecil. Binatang yang menyerupai hantu dengan nama Latin Tarsius spectrum ini hanya ada di Indonesia. Berbobot sekitar 120 gram, Tarsius menjadi primadona di kawasan Cagar Alam Tangkoko, Sulawesi Utara. Binatang yang tubuhnya sebesar tikus ini juga punya wajah mirip hantu. Matanya besar memonopili wajahnya yang mungil.

Keunikan lain tarsius adalah kepalanya dapat diputar hampir 180 derajat seperti halnya burung hantu. Yang membedakan tarsius dengan binatang menyusui lainnya adalah tulang tumitnya panjang, jari kakinya panjang dan tidak berbulu. Dengan adanya tulang tumit yang panjang itu binatang hantu dapat melompat agak jauh hingga empat meter lebih. Tak hanya melompat, tarsius pandai bergelantungan.

Tarsius kerap bersembunyi di antara timbunan daun, rumpun-rumpun gelagah yang rebah atau jalinan subur tumbuhan. Begitu malam, mereka keluar dari sarangnya berburu jangkerik, kecoa, dan serangga kecil lain. Binatang yang orang Sulawesi sebut tangkasi ini adalah makhluk nokturnal yang melakukan aktivitas pada malam dan tidur siang. Tarsius juga banyak menghabiskan sebagian besar hidupnya di atas pohon.

Selain menggunakan mata yang tajam, telinga tarsius dapat digerakkan untuk mendeteksi keberadaan mangsa. Bagaimana jenis primata yang paling setia dengan pasangannya ini berkembang biak serta mencari mangsa pada malam hari? Dan, bagaimana pula kehidupan kera hitam yang merupakan sepupu jauh tarsius hidup di hutan Sulawesi. Simak selengkapnya di video Potret edisi 2 Februari 2008


****Dari Liputan 6

Tidak ada komentar: