Sabtu, 02 Februari 2008

SARIBAN SAHABAT POHON

Kepedulian terhadap lingkungan sudah mendarah daging dijiwa Pak Sariban. Lelaki berusia lebih dari setengah abad ini tinggal di Jl.Terusan Cikutra Barat RT 05 RW 20 Cikondang Kec.Coblong Kota Bandung. Lelaki tua yang masih sehat ini adalah mantan karyawan pegawai RS Mata Cicendo Bandung. Meski usianya telah lanjut Ia tetap berkarya demi keindahan dan kebersihan Kota Bandung.

Karya nyata yang ia berikan untuk menjaga kota Bndung antara lain dengan menjadi relawan penyuluh kebersihan Pemerintah Kota Bandung. Lebih dari itu ia juga menjadi relawan yang untuk kehidupan pohon-pohon di Kota Bandung. Tiap kali ia ditanya tentang pekerjaanya maka lelaki tua ini dengan bangga berkata,”Pekerjaan saya sekarang mencari sampah dan paku”.

Setelah lepas dari pekerjaan lamanya lelaki tua ini semakin giat untuk membersihkan jalanan kota Bandung dari sampah dan paku-paku dipohon. Dengan berbekal sepeda ontel tuanya, tak kenal lelah mengayuh menyusuri jalan-jalan kota Bandung. Bak seorang pegawai, Ia bekerja dari hari Senin hingga Sabtu. Berangkat dari rumah jam 8 pagi lalu pulang jam 4 sore.
Untuk menyusuri kota Bandung Pak Sariban mempunyai jadwal tersendiri, berupa peta jalan yang akan dilalui. Alat-alat berupa linggis,tang, palu, dan sapu lidi tak lupa disiapkan. Perlengkapan lainya seperti kaleng, pompa sepeda, buku dan tak lupa kotak amal yang barangkali hanya sebuah usaha untuk menggugah kepedulian warga. Karena untuk melakukan pekerjaanya ini Ia sama sekali tidak digaji siapa-siapa.

Sepanjang perjalanan bila melihat sampah dijalan langsung diambilnya dan dibuang ketempat sampah. Tak jarang bila bertemu langsung dengan pembuangnya Ia akan mendekati dan memberi pengertian agar tidak membuang sampah sembarangan.
Tak hanya sampah, Ia pun memeriksa pohon-pohon dipinggir jalan untuk melihat barangkali ada paku yang menancap. Seandainya ada dengan alat yang dibawanya paku itupun dicabut dan dikumpulkanya dikaleng yang telah disediakan. Tak jarang ia juga membersihkan tempelan kertas yang ada dipohon dan didinding-dinding yang memang bukan tempat untuk menempel. Bahkan tak jarang spanduk yang menempel dipohon-pohon dengan dipaku tak luput menjadi targetnya. Tak terhitung Iagi berapa kali Ia dimaki karena mencabut spanduk atau kertas-kertas iklan.

Menurut Pak Sariban selama kurun waktu satu tahun ini telah terkumpul paku sekitar 10 karung beras. Menurutnya Ia sengaja mengumpulkan semua paku ini untuk mengukur seberapa banyak hasil kerja yang telah ia kumpulkan. Selain itu Ia juga tak lupa menghitung seberapa banyak paku yang tertancap pada sebatang pohon. Menurutnya pohon yang paling banyak tertancap paku ada di Jl.Ganesa. Bahkan pernah didapatinya pohon yang tertancap sebanyak 115 paku. Yang kedua di Jl.Diponegoro depan Gedung Sate, dalam satu pohon pernah tertancap hingga 65 paku.

Menjadi seorang relawan sudah dijalani Sariban dari tahun 1983 hingga sekarang. Tanpa pamrih ia melakukanya. Yang menjadi keinginanya hanya satu, supaya kota Bandung bersih dan indah. Namun semua yang dilakukanya tak selamanya berjalan mulus. Mulai dari dimarahi orang bahkan yang paling menyedihkan munculnya tuduhan bahwa ia orang gila, sinting dan stress. Namun demikian itu tak membuatnya berhenti dan patah semangat. Malah tudingan ini menjadi pendorong untuk terus berkarya.

Dari kerja keras yang tak kenal menyerah ini akhirnya beberapa penghargaan diberikan kepadanya. Antara lain dari Walikota Bandung Ateng Wahyudi(1987), Gubernur Jabar Yogi S Memet (1989), Wali Kota Bandung Aa Tarmana(2001) dan Gubernur Jabar Nuriana(2002). Bahkan yang paling membahagiakan adalah kesempatan untuk menunaikan ibadah haji dari kerja kerasnya ini.

Menjadi relawan lingkungan telah dilakukanya sejak 1983 tetapi kegiatanya mencabuti paku-paku dipohon baru dilakukanya pada tahun 2003. Ini berawal dari mimpi ada sebatang pohon di Jl.Diponegoro yang menangis dengan berlumuran darah. Dari mimpi itu ia kemudian dibukitikanya dengan mengecek langsung dan ternyata ada pohon yang dipasang sepanduk dengan memakai paku terlihat getahnya berceceran. Dari situlah Ia tergugah untuk menyelamatkan pohon dari cengeraman paku.

Mengenai penyelamtan pohon dari paku ini Pak Sariban berharap pohon pohon di Bandung suatu saat bebas paku. Untuk itu Ia meminta pengertian dari semua warga untuk tidak menancapkan paku pada pohon. Pun tidak membuang sampah sembarangan. Baginya pohon adalah seperti manusia. “Mereka hidup seperti manusia, jangan disakiti, karena kalau disakiti mereka juga akan menangis,” ujarnya.

**** Siapakah relawan selanjutnya?

**** Dari berbagai sumber.

SI IMUT TARSIUS

Tangkoko: Tarsius merupakan jenis primata paling kecil. Binatang yang menyerupai hantu dengan nama Latin Tarsius spectrum ini hanya ada di Indonesia. Berbobot sekitar 120 gram, Tarsius menjadi primadona di kawasan Cagar Alam Tangkoko, Sulawesi Utara. Binatang yang tubuhnya sebesar tikus ini juga punya wajah mirip hantu. Matanya besar memonopili wajahnya yang mungil.

Keunikan lain tarsius adalah kepalanya dapat diputar hampir 180 derajat seperti halnya burung hantu. Yang membedakan tarsius dengan binatang menyusui lainnya adalah tulang tumitnya panjang, jari kakinya panjang dan tidak berbulu. Dengan adanya tulang tumit yang panjang itu binatang hantu dapat melompat agak jauh hingga empat meter lebih. Tak hanya melompat, tarsius pandai bergelantungan.

Tarsius kerap bersembunyi di antara timbunan daun, rumpun-rumpun gelagah yang rebah atau jalinan subur tumbuhan. Begitu malam, mereka keluar dari sarangnya berburu jangkerik, kecoa, dan serangga kecil lain. Binatang yang orang Sulawesi sebut tangkasi ini adalah makhluk nokturnal yang melakukan aktivitas pada malam dan tidur siang. Tarsius juga banyak menghabiskan sebagian besar hidupnya di atas pohon.

Selain menggunakan mata yang tajam, telinga tarsius dapat digerakkan untuk mendeteksi keberadaan mangsa. Bagaimana jenis primata yang paling setia dengan pasangannya ini berkembang biak serta mencari mangsa pada malam hari? Dan, bagaimana pula kehidupan kera hitam yang merupakan sepupu jauh tarsius hidup di hutan Sulawesi. Simak selengkapnya di video Potret edisi 2 Februari 2008


****Dari Liputan 6

Minggu, 20 Januari 2008

Jepang Umumkan Kebijakan Hijau

Fukuda mengumumkan kebijakan lingkungan di parlemen Jepang
Perdana Menteri Jepang mengatakan, dia ingin menggerakan negaranya menuju masyarakat dengan tingkat emisi karbon rendah (low-carbon) dan negaranya menjadi contoh bagi dunia.

PM Yasuo Fukuda berencana menunjuk 10 kota percontohan lingkungan, yang akan bekerja keras untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Dia mengeluarkan pernyataan ini dalam pidato kebijakan kepada parlemen di Tokyo.
Pemerintahan Fukuda dikritik karena bersekutu dengan Amerika Serikat, menolak sasaran ketat pengurangan emisi gas rumah kaca, kata wartawan BBC Chris Hogg dari Tokyo.
Tetapi dalam pidatonya di depan parlemen Jepang, Fukuda berusaha menegaskan dirinya dapat membawa perubahan.

Dia mengatakan, Jepang akan mengembangkan teknologi baru yang dapat membantu mengurangi pengaruh pemanasan global.
Sejumlah kota dipilih sebagai tempat uji coba metode baru pengurangan emisi karbon.
Dia menjanjikan bantuan keuangan untuk membantu negara negara berkembang guna
mengatasi kerusakan akibat pemanasan bumi.

Tetapi Fukuda tidak mengungkapkan rencana baru untuk membantu Jepang memenuhi sasaran pengurangan emisi berdasarkan protokol Kyoto dalam beberapa tahun ke depan.
Sampai sejauh ini usaha pemerintah sepertinya tidak berhasil.
Dia mengakui ada masalah lain yang dihadapinya.
Pihak oposisi menguasai Majelis Tinggi sehingga sulit baginya untuk menciptakan perubahan yang memerlukan lolosnya undang undang baru.
Tetapi, Fukuda tetap meminta anggota parlemen pihak oposisi untuk bekerja sama memperbaiki kehidupan rakyat Jepang.